Motor Sport Yang Jadi Idaman Di Era 80an

by

Di era modern seperti sekarang ini, kadang kita masih bisa melihat motor di tahun 80-an berkeliaran di jalan. Bahkan tak jarang kondisinya terlihat masih mumpuni. Hal ini tak cuma membawa kenangan, tapi juga membuat iri mereka yang tertarik dengan para legenda. Memang, motor jadul dalam kondisi baik seperti harta karun. Tak sedikit pemilik motor jadul yang enggan menjualnya. Karena itu, mereka yang ingin membeli jadi sulit mencari. Apalagi jika sudah bicara soal harga. Tak ada patokan yang bisa dipegang. Sering kali harga yang ditawarkan justru mengesalkan.

Sebenarnya nggak ada yang benar-benar beda kok antara anak muda sekarang dan zaman dulu. Remaja sekarang suka gadget, anak dulu juga sama. Hanya bedanya kalau dulu masih gitu-gitu aja, nggak canggih seperti sekarang. Alasan kesukaan terhadap motor sport ini pun sama. Mulai dari kesan keren dan gaul, sampai jadi alasan khusus biar bisa dapetin gadis pujaan hati. Dan memang, sejak zaman dulu cewek pun suka dengan pria-pria yang pakai motor sport seperti ini, walapun saat ini menjadi motor jadul di era sekarang. Ada banyak jenis motor era 80-an yang oke banget di zaman dulu. Kalau dibandingkan dengan motor sekarang mungkin fisiknya tidak lebih menarik. Berikut ini beberapa motor era 80-an yang masih bertahan sampai saat ini:

1. Honda CB 100

Diproduksi pada 1970-1980, Honda CB100 dibawa masuk ke Indonesia pada 1971 oleh PT Federal Motor setelah pemerintah memiliki peraturan tentang produksi sepeda motor konten lokal. Berkode K1, CB100 muncul dengan desain klasik. Tangki bensin kecil dengan bentuk oval menjadi ciri khas utama motor 4-tak 100 cc ini. Dalam kondisi prima, Honda CB100 mampu mendulang tenaga maksimum 11,50 hp pada 10.500rpm dengan kecepatan puncak hingga 110 km/jam. Kalau kalian ingin bikin street tracker, Honda CB100 bisa menjadi bahan dasarnya, Jack!

Tahun Produksi: 1970 – 1980
Kisaran Harga: Rp 8 – 13 juta

2. Yamaha RX-King

Inilah salah satu motor paling fenomenal yang pernah lahir di Indonesia. Yamaha RX-King dikenal sebagai motor jambret dengan nama panggilan King Cobra. Sangat beralasan karena performa yang dimiliki RX-King begitu baik. Sesungguhnya, RX-King adalah hasil pengembangan model RX-K. Mesin yang dipakai pun sama, yaitu berkapasitas 135cc. Ketika muncul pada 1983, RX-King telah mengaplikasi teknologi Yamaha Energy Induction System (YEIS) untuk penghematan BBM hingga 15 persen. Ciri khas utama RX-King generasi pertama terdapat pada blok mesin berkode Y1 dan Y2. Sepanjang usianya tak ada pengubahan signifikan pada RX-King, kecuali mesin yang dinaikkan menjadi 150 cc. Generasi paling akhir yang dijual pada 2009 diimbuhi katalitik konverter untuk mengurangi asap dari mesin 2-tak.

Tahun Produksi: 1983 – 2009
Kisaran Harga: Rp 5 – 7 juta

3. Yamaha RX-K

Motor ini bisa dibilang sebagai kakak tertua dari model Yamaha RX-King. RX-K muncul pertama kali dengan mesin 123 cc. Baru pada 1981 dan 1982 model sport Yamaha ini menaikkan kapasitas mesinnya menjadi 132 cc dengan panjang lankah 58 mm dan diameter piston 54 mm. Dengan model tangki oval, RX-K kini menjadi incaran karena bisa menjadi bahan yang baik untuk modifikasi bergaya cafe racer.

Tahun Produksi: 1981 – 1982
Kisaran Harga: Rp 9 – 16 juta

4. Kawasaki AR125

Inilah motor sport yang sempat membuat gelisah anak-anak SMA di era 80-an. Kawasaki AR125 adalah jaminan buat mereka yang ingin tampil seperti para pebalap GP500 di jalan raya. AR125 memikat anak-anak muda karena tampil sebagai motor beraura balap, lengkap dengan fairing dan velg racing Enkei. Menusung mesin 2-tak 124 cc dengan transmisi 6-speed, anak-anak muda di masa itu mendaulat AR125 sebagai penghunus Yamaha RX-King.

Kawasaki AR 125 dibekali tangki bensin berkapasitas 11,5 liter dengan suspensi belakang monoshock unitrak dan depan teleskopik. Ukuran roda bagian depan dan belakang berbeda, yaitu 2.75-18 inci (depan) dan 3.00-18 inci (belakang). AR125 juga sudah didukung fitur rem depan cakram single piston, sementara rem belakang masih menggunakan tromol.

Tahun Produksi: 1982 – 1991
Kisaran Harga: Rp 4 – 5 juta

5. Kawasaki Binter Merzy (KZ200)

Di dunia, Kawasaki Binter Merzy populer disebut sebagai Kawasaki KZ200. Tapi di Indonesia orang lebih mengenal sebagai Binter (kependekan dari Bintang Terang, nama perusahaan yang mengimportnya di masa itu). Di era 80-an motor ini banyak dipakai klub-klub biker, khususnya untuk jasa pengawalan. Diproduksi mulai 1978 hingga 1984, Binter Merzy mengusung mesin 4-tak berkapasitas 198 cc SOHC dengan pendingin udara. Pada model pertama, Binter Merzy muncul dengan tangki oval dengan lampu depan bulat. Namun pada generasi kedua, 1983, tangki diubah menjadi kotak serta telah mengaplikasi pengapian CDI.

Tahun Produksi: 1978 – 1984
Kisaran Harga: Rp 7 – 13 juta

6. Honda WIN

Honda Win atau biasa dipelesetkan sebagai “kotor kelurahan” memang punya bentuk yang unik. Tapi tak sedikit yang menyebut desainnya kuno. Padahal, di era 80-an model Honda Win cukup futuristik. Hal itu ditunjukkan melalui fairing samping yang menanjak ke buritan. Hal tersebut seolah-olah Win sebagai motor yang bisa lebih cepat dari lesatan angin. Walau telah diproduksi sejak 1985, namun hingga kini Honda Win masih diproduksi di Indonesia untuk pesana pemerintah. Dulu, sebelum menjadi Honda Win, Honda mentiteli sebagai Win 100 (1984) karena mengusung basis model trail.

Tahun Produksi: 1985
Kisaran Harga: Rp 5 – 8 juta

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.